Tak tahu harus bagaimana menuliskannya. Kalian sungguh tak
terduga. Semua yang kalian lakukan tak bisa ku prediksi. Kalian semua betindak
di luar jalur yang biasanya. Mungkin kalian lagi mempraktekkan tema FIGUR kita
“ Just Get Out Of The Boxt”, ataukah kalian mungkin sedang tersesat. Tak
tahulah, hanya kalian yang tahu.
Seperti temand-temand yang lainnya, aku menerima ucapan
selamat ulang tahun dan do’a dari orang disekitarku disaat hari H, 29 Maret.
asalnya ada yang melalui media online, melalui
handphone dan ada juga yang secara langsung__*cipika_cipiki*__:D.
Semuanya membuatku merasa bahagia. Mereka semua perduli dan perhatian padaku.
Arigato!
Tanggal 29 itu telah berlalu 33 hari yang lalu. Tak lagi ada
ucapan selamat. Tak lagi ada
permintaan__*gratisan*__. Hari-hari kembali seperti biasanya.
Kampus_kostan_mall_pasar dan beberapa markas lainnya. Hari itu dunia juga sedang
ramai dengan perbincangan hari buruh. Tradisi mengucapkan selamat hari buruh
pun gencar dikumandangkan di seluruh dunia tak terkecuali di Makassar,
Indonesia.
Aku tergeletak sedikit
pingsan di kamar. Kedua tanganku memijat-mijat kepalaku. Teriknya sinar
matahari menembus kamar kostanku menambah sakitnya kepalaku. Handphone yang
tertidur tak jauh dari posisiku terbangun menerima pesan singkat dari Jayanti,
“kita kerumahnya @Thiwi yukz, dia habis belanja kompor baru. So kita mau
melakukan peresmian. Hanya kita berdua yang pergi”..*bohong__kalau masalah
bohong serahkan pada ahlinya_*.
Menikmati kamar kostan yang panas dan kepala yang
_*dumba’-dumba’*_ sepertinya bukan hal yang baik untuk menghabiskan liburan
hari selasa. Menikmati gratisan sepertinya panggilan yang wajid di penuhi.
Apalagi berangkatnya juga gratisan, ada ojek cantik siap melayani__*colek
Rahma_lirik Jay, kode Thiwi, senyum Unhi, like Jaq, RT Yayu*__ehemm :D.
Meskipun tak sesuai rencana namun akhirnya aku dan ojekku
berangkat juga menuju istana @Wesabbe. Baru setengah perjalanan, tepat di pintu
gerbang wesabbe Jayanti kembali memanggil_*again n again*_. “kalian udah di
mana??”, tanya Jay dengan anggun_*ngek!*_. “sudah depan gerbang”, jawabku. “Oh,
OK!”, teriak Jay dari ujung jaringan. Nada suaranya telah berubah dari anggun,
lembut dan manis_*sedikit lagi seperti suara istrinya Kaka*_menjadi suara
penyanyi rock n roll yang sedang panic tak beraturan dengan bass yang terlalu
over. Suaranya sedikit membuat gendang telingaku terguncang gelombang_ *hampir
tsunami_*haha.
Namun karena Jayanti memang begitu adanya so aku tidak terlau
curiga_*risih sic iya*_. Segera aku memasuki istana “sesosok”_*copast Jay*_ dan……………….
aku bernyanyi di depan pintunya, tapi mereka tak menggubrisku. Pintu kamarnya
masih terkunci rapat-rapat. “ mereka menghabiskan hidanganku”, pikirku. Setelah
beberapa lama akhirnya mereka luluh dengan suara lembutku akhirnya pintu kamar
terbuka dengan sendirinya tanpa mereka harus membukanya__*bisa pi itu*__.
TIBA-TIBA….__*jrengjrengjreng*