Senin, 21 Mei 2012

Bermandikan Minyak Panas


Cerita hari ini,cerita???_ah bukan!!! Bukan cerita melainkan musibah. Musibah hari ini berawal ketika aku hendak mengisi perutku. Perut yang sejak pagi terus saja bernyanyi. Ingin makan tapi makanan belum ada yang tersaji. Tante Mina yang selama ini menyiapkan makanan untuk penghuni rumah ini sedang tidak ada di rumah. Dia sedang berkunjung ke rumah keluarganya untuk beberapa hari. Aku sangat kelaparan.
Indomie yang masih terletak rapi di dalam kardusnya sama sekali tak berhasil menggodaku. Aku masih mencari penjanggal perut yang lain. Tiba-tiba mataku menangkap benda berwarna coklat berbentuk elips. Telur ayam! Itulah dia. Benda yang beberapa hari ini kuinginkan namun belum mampu kuraih. Ternyata itu baru saja dibeli dari toko depan kompleks.
Aku langsung mengambil telur dan bergegas menuju dapur. Setelah jariku memutar panel kompor ke arah kiri apinya pun berkobar. Kuletakkan wajan diatasnya lalu kutuangkan minyak di dalamnya. Tak berselang begitu lama minyaknya pun telah panas, lalu kuretakkan cangkang telur itu dan kutuangkan isinya ke dalam minyak panas. Suara gemercik minyak terdengar memecah keheningan di dapur.
Satu persatu telur itu matang tergoreng oleh minyak. Lalu aku menghidangkannya dengan piring kecil berwarna putih di atas meja. Sphageti hasil rebusan sebelumnya masih terletak segar di atas meja. Sayang rasanya jika itu harus terlewatkan. Cukup menambahkan saus pasta di atasnya maka ia akan menjadi makanan yang sedap_marsadap.
Aku kembali ke dapur. Kutuang minyak panas sisa penggorengan telur tadi ke dalam mangkuk. Minyak masih terlalu panas. Saking panasnya, minyak itu masih mengeluarkan suara anehnya_*isssss*_. Aku menuangkannya dengan sangat hati-hati khawatir akan mengenai tubuhku. Setelah semuanya tertuang aku menggantinya dengan minyak baru.
Letak mangkuk minyak panas itu terlihat berbahaya. Berada di ujung meja dapur yang rentan jatuh. Tak ada sedikitpun terlintas dalam benakku bahwa mangkuk itu akan meledak. Dengan santainya aku mengangkat mangkuk itu dengan kedua tanganku tanpa berlapiskan kain pelindung. Baru berjarak 5 cm dari tempat awalnya tiba-tiba terdengar suara retakan dan akhirnya_*bbomm*_ mangkuk itu meledak dan jatuh ke lantai. Minyak yang ada di dalamnya melumasi semua jari tangan kananku. Paha kanan dan paha kiriku juga tak dapat terhindar dari jipratan minyak itu. Aku melompat-lompat keperihan. Tanganku spontan bergerak mengikuti gerakan SUJU_*Mr. Simple*_. Suaraku terus saja menyuarakan keperihanku_*pedis,panas,perih*_. Aku berlari menuju kamar mandi. Kubasuh tangan dan kedua kakiku dengan air lalu kuoleskan pasta gigi di permukaannya. Bukan mengurangi perihnya melainkan menambahnya. Perihnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir namun terasa baru dimulai.
Aku meringkus diriku di dalam kamar seorang diri. Meringis kesakitan dan terus meringis. Tradisi tetaplah tradisi. Ketika kesakitan aku pasti mengadu pada ibu. Handphonku tak dapat kujangkau. Bergerak dari tempat tidur adalah satu-satunya cara untuk meraihnya tetapi kedua kakiku sangat sulit untuk digerakkan. Sedikit saja digerakkan maka akan meningkatkan tensi perihnya. Setelah beberapa menit berjuang akhirnya aku mampu menggenggamnya. Beruntung tangan kiriku tak terlumas_i minyak panas sehingga aku masih memiliki tools cadangan untuk bisa menekan keyboard handphone selain tangan kananku. 

Rabu, 16 Mei 2012

Just It Over


Terima kasih untuk semuanya. Sudah cukup jauh kau menemaniku. Mungkin sudah waktunya kita berpisah. Tapi sebelum kita benar-benar berpisah izinkan aku mengutarakan satu permintaan. Tolong jangan menghakimiku dengan kata-katamu itu karena kau belum tahu banyak mengenai diriku. Kau hanya mengetahui sedikit kulit luarku. Karena selama kita bersama kau hanya “meraba_ku”.
Memang aku tidak begitu cerdas menilai mana yang benar dan mana yang salah tetapi setidaknya aku sudah sangat cerdas menilai ini harus diakhiri. Sudah waktunya aku bergerak. Ke_diam_anku selama ini ternyata tak mampu membuatmu sadar akan apa yang kugelisahkan. Harus ada yang mengakhirinya jika ada memulainya. Biar aku saja yang mengakhirinya agar suatu hari kau tak menderita karena menyesali semuanya. Cukup aku yang merasakan sakitnya. Sakit yang kini akhirnya tak mampu aku tahan lagi. Semoga ini betul-betul akan berakhir dengan baik.

Minggu, 13 Mei 2012

DRAMA ALA BIOSKOP “21” @ANNIVERSARY “21”


Tak tahu harus bagaimana menuliskannya. Kalian sungguh tak terduga. Semua yang kalian lakukan tak bisa ku prediksi. Kalian semua betindak di luar jalur yang biasanya. Mungkin kalian lagi mempraktekkan tema FIGUR kita “ Just Get Out Of The Boxt”, ataukah kalian mungkin sedang tersesat. Tak tahulah, hanya kalian yang tahu.
Seperti temand-temand yang lainnya, aku menerima ucapan selamat ulang tahun dan do’a dari orang disekitarku disaat hari H, 29 Maret. asalnya ada yang melalui  media online, melalui handphone dan ada juga yang secara   langsung__*cipika_cipiki*__:D. Semuanya membuatku merasa bahagia. Mereka semua perduli dan perhatian padaku. Arigato!
Tanggal 29 itu telah berlalu 33 hari yang lalu. Tak lagi ada ucapan selamat. Tak lagi  ada permintaan__*gratisan*__. Hari-hari kembali seperti biasanya. Kampus_kostan_mall_pasar dan beberapa markas lainnya. Hari itu dunia juga sedang ramai dengan perbincangan hari buruh. Tradisi mengucapkan selamat hari buruh pun gencar dikumandangkan di seluruh dunia tak terkecuali di Makassar, Indonesia.
 Aku tergeletak sedikit pingsan di kamar. Kedua tanganku memijat-mijat kepalaku. Teriknya sinar matahari menembus kamar kostanku menambah sakitnya kepalaku. Handphone yang tertidur tak jauh dari posisiku terbangun menerima pesan singkat dari Jayanti, “kita kerumahnya @Thiwi yukz, dia habis belanja kompor baru. So kita mau melakukan peresmian. Hanya kita berdua yang pergi”..*bohong__kalau masalah bohong serahkan pada ahlinya_*.
Menikmati kamar kostan yang panas dan kepala yang _*dumba’-dumba’*_ sepertinya bukan hal yang baik untuk menghabiskan liburan hari selasa. Menikmati gratisan sepertinya panggilan yang wajid di penuhi. Apalagi berangkatnya juga gratisan, ada ojek cantik siap melayani__*colek Rahma_lirik Jay, kode Thiwi, senyum Unhi, like Jaq, RT Yayu*__ehemm :D.
Meskipun tak sesuai rencana namun akhirnya aku dan ojekku berangkat juga menuju istana @Wesabbe. Baru setengah perjalanan, tepat di pintu gerbang wesabbe Jayanti kembali memanggil_*again n again*_. “kalian udah di mana??”, tanya Jay dengan anggun_*ngek!*_. “sudah depan gerbang”, jawabku. “Oh, OK!”, teriak Jay dari ujung jaringan. Nada suaranya telah berubah dari anggun, lembut dan manis_*sedikit lagi seperti suara istrinya Kaka*_menjadi suara penyanyi rock n roll yang sedang panic tak beraturan dengan bass yang terlalu over. Suaranya sedikit membuat gendang telingaku terguncang gelombang_ *hampir tsunami_*haha.
Namun karena Jayanti memang begitu adanya so aku tidak terlau curiga_*risih sic iya*_. Segera aku memasuki istana “sesosok”_*copast Jay*_ dan……………….
aku bernyanyi di depan pintunya, tapi mereka tak menggubrisku. Pintu kamarnya masih terkunci rapat-rapat. “ mereka menghabiskan hidanganku”, pikirku. Setelah beberapa lama akhirnya mereka luluh dengan suara lembutku akhirnya pintu kamar terbuka dengan sendirinya tanpa mereka harus membukanya__*bisa pi itu*__. TIBA-TIBA….__*jrengjrengjreng*


Introduction


Menulis itu gampang. Cukup perintah tanganmu untuk melukis huruf. Menulis itu bisa di mana saja. Namun, kali ini aku membatasi menulis yang q maksud.
Menulis itu melukis huruf dengan tinta di atas media, baik media kertas ataupun media computer.
Kali ini aq menulis dimedia computer, tepatnya laptop COMPAC yang sudah hampir sebulan in kunyatakan sebagai milikq.
Tulisan pertama bukan mengenai dunia fiksi, dunia khayalan ataupun sejenisnya. Tulisan pertama bercerita mengenai siapa aq, siapa pemilik bloq ini, siapa yang merangkai kata di sini, siapa yang akan bergosip dan siapa yang akan berteriak di bloq ini. Ok……! Mari memulai….!!!!!!!!!!

NAMA_Q KADERIA IKBAL
BIASA DIPANGGIL RIA
UMUR : MENYESUAIKAN, DENGAN TANGGAL LAHIR, 29 MARET 1991
ALAMAT SEKARANG MASIH DI MAKASSAR
JEMBATAN PANJANG YANG SEDANG Q SEBRANGI DI KENAL DENGAN PANGGILAN KAMPUS MERAH, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR,  TALI TEMPAT TANGANQ BERPEGANG DISEBUT “ILMU KOMUNIKASI”
TUJUAN ALAMAT, TETAP ROMA
YAKIN DAN PERCAYA PADA-NYA, ALLAH SWT
IBU, BAPAK, KAKAK, ADIK, SAHABAT ADALAH FANS SETIA-Q
I LOPE THEM :D
DAN BERMIMPI SETIAP HARI DI DAMPINGI OLEH OK-TAECHYON

Kalo uda baca bioadataq, say’s “AMINNNNNNNNN” yaaaaaaaaaaaaaaa……:D
Lagi! AAAAAAAAAAAMIIIIIIIIIIIINNNNNNNNN.
Lagi!AAAAAAAAAAAAMIIIIIIIIINNNNNNNNNNN…….
TERIMA KASIH……..^_^